Sejarah Tirtha Empul

Selain objek wisata alam, Bali juga terkenal dengan peninggalan puranya yang merupakan hasil dari kreasi olah pikir, rasa, dan cipta para pendahulunya. Salah satu pura yang masyhur di Bali adalah Pura Empul Tampaksiring yang berlokasi di sebuah desa sekitar 36 km dari Ibukota Denpasar. Di lingkungan pura ini terdapat beberapa bangunan bersejarah lainnya diantaranya yakni Istana Presiden yang dibangun dimasa pemerintahan presiden Soekarno.

Ihwal Nama Pura

Sebagai tempat yang merupakan peninggalan sejarah dipastikan selalu memiliki histori dibalik namanya. Demikian juga dengan Pura Tirta Empul Tampaksiring. Dalam sejarahnya nama pura ini diambil dari nama mata air yang terdapat dibagian dalam pura yang bernama Tirta Empul. Jika ditelaah secara etimologi nama Tirta Empul memiliki arti air yang menyembul keluar dari tanah sehingga memiliki arti bahwa air suci yang menyembur keluar dari tanah.

Air di pura ini mengalir ke sungai Pakerisan. Pura ini diperkirakan dibangun sejak zaman Raja Chandra Bhayasingha dari Dinasti Warmadewa. Pura ini dibagi menjadi tiga bagian yakni Jaba Pura atau halaman muka, Jaba Tengah atau halaman tengah, dan Jeroan atau bagian dalam pura. Di bagian tengah pura ini terdapat dua buah kolam persegi empat dimana kolam tersebut memiliki sekitar 30 buah pancuran yang berderet dari timur ke barat menghadap ke selatan. Masing–masing pancuran itu menurut tradisi mempunyai nama tersendiri diantaranya pancuran Pengelukatan, Pebersihan, Sudamala dan Pancuran Cetik (racun).

Pancuran Cetik dan nama Tirta Empul ada hubungannya dengan mitologi yaitu pertempuran Mayadenawa Raja Batu Anyar (Bedahulu) dengan Bhatara Indra. Dalam mitologi itu diceritakan bahwa Raja Mayadenawa bersikap sewenang–wenang dan tidak mengijinkan rakyat untuk melaksanakan upacara–upacara keagamaan untuk mohon keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah perbuatan itu diketahui oleh Para Dewa, maka para dewa yang dikepalai oleh Bhatara Indra menyerang Mayadenawa. Akhirnya Mayadenawa dapat dikalahkan dan melarikan diri sampailah disebelah Utara Desa Tampak siring. Akibatnya kesaktian Mayadenawa menciptakan sebuah mata air Cetik (racun) yang mengakibatkan banyaknya para laskar Bhatara Indra yang gugur akibat minum air tersebut. Melihat hal ini Bhatara Indra segera menancapkan tombaknya dan memancarkan air keluar dari tanah (Tirta Empul) dan air Suci ini dipakai memerciki para Dewa sehingga tidak beberapa lama bisa hidup lagi seperti sedia kala.
————————————
PRADKOM Bali Agency
Your Partner In BALI…
————————————
Kami melayani:
- Paket Wisata Keluarga.
- Paket Adventure.
- Paket Outbound.
- Paket Agrowisata.
- Paket Surfing.
- Paket Water Sport.
- Paket Dinner.
- Paket Pre Wedding.
- Paket Wedding.
- Paket Honeymoon.
- Paket Private Tour.
- Paket Private Party.
- Paket Sewa Mobil.
- Paket Transport.
Informasi paket wisata menarik lainnya di Pulau Bali hubungi kami…
————————————-
Main Office:
PRADKOM Bali Agency
Hotel Reservation | Tour & Travel | Transport Service
Jalan Satelit 24-Sanglah
Denpasar | Bali | Indonesia
Phone: +623613462208.
Mobile: +6281236087666.
BBM: 22A9AFD9
YM: pr4dkom
Click: http://facebook.com/pradkombali
Special Price For Special People… 

Sejarah Uluwatu

Objek wisata Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan yang terletak di Kabupaten Badung, di Kecamatan Kuta, Desa Pecatu. Terletak di Ujung Barat Daya Pulau Bali. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha.

Pura sendiri berdiri kokoh di atas dan di Ujung tebing yang sangat curam setinngi 97 meter, kelihatan bertengger diatas tebing menonjol ke lautan, pemandangan laut lepas yang sangat indah. Disekitar pura ada hutan kecil yang dihuni ratusa kera, bagi pengunjung agar menjaga barang-barang bawaanya karena kera di sini suka usil. Sebagai Objek wisata, daerah areal Pura ditunjang dengan fasilitas-fasuilitas untuk wisatawan. Setiap sorenya menjelang matahari terbenam dapat disaksikan tarian Kecak, dengan latar belakang sunset yang sangat indah.

Menurut sejarah adanya Pura Uluwatu,bahwa seorang pendeta Hindu yang berasal dari Jawa yang bernama Empu Kuturan adalah orang yang pertama kali menemukan dan membangun pura di tempat ini. Ada dua pendapat tentang sejarah berdirinya pendirian Pura Uluwatu. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-9, yaitu pada masa pemerintahan Marakata. Pendapat lain mengaitkan pembangunan Pura Uluwatu dengan Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Kerajaan Daha (Kediri) di Jawa Timur. Dang Hyang Nirartha datang ke Bali pada tahun 1546 M, yaitu pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Sang Pedanda kemudian mendirikan Pura Uluwatu di Bukit Pecatu. Setelah melakukan perjalanan spiritual berkeliling P. Bali, Dang Hyang Nirartha kembali ke Pura Uluwatu. Di pura inilah Sang Pedanda ‘moksa’, meninggalkan ‘marcapada’ (dunia) menuju ‘swargaloka’ (surga). Upacara atau ‘piodalan’ peringatan hari jadi pura jatuh pada hari Anggara Kasih, wuku Medangsia dalam penanggalan Saka. Biasanya upacara tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan diikuti oleh ribuan umat Hindu.
————————————
PRADKOM Bali Agency
Your Partner In BALI…
————————————
Kami melayani:
- Paket Wisata Keluarga.
- Paket Adventure.
- Paket Outbound.
- Paket Agrowisata.
- Paket Surfing.
- Paket Water Sport.
- Paket Dinner.
- Paket Pre Wedding.
- Paket Wedding.
- Paket Honeymoon.
- Paket Private Tour.
- Paket Private Party.
- Paket Sewa Mobil.
- Paket Transport.
Informasi paket wisata menarik lainnya di Pulau Bali hubungi kami…
————————————-
Main Office:
PRADKOM Bali Agency
Hotel Reservation | Tour & Travel | Transport Service
Jalan Satelit 24-Sanglah
Denpasar | Bali | Indonesia
Phone: +623613462208.
Mobile: +6281236087666.
BBM: 22A9AFD9
YM: pr4dkom
Click: http://facebook.com/pradkombali
Special Price For Special People…

Sejarah Tanah Lot

Pura Tanah Lot ini terletak di Pantai Selatan Pulau Bali yaitu di wilayah kecamatan Kediri, Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan, yang pembangunannya erat kaitannya dengan perjalanan Danghyang Nirartha di Pulau Bali. Di sini Danghyang Nirartha pernah menginap satu malam dalam perjalanannya menuju daerah Badung dan kemudian ditempat inilah oleh orang-orang yang pernah menghadap kepadaDanghyang Nirartha dibangun bangunan suci (Pura atau Kahyangan) sebagai tempat memuliakan dan memuja Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa ) untuk memohon kemakmuran dan kesejahteraan.

Pura atau Kahyangan ini diberi nama “Pura Pekendungan” yang sekarang lebih dikenal dengan ” Pura Tanah Lot” sebagai salah satu penyungsungan jagat,. Sekarang Pura atau Kahyangan ini sangat terkenal diseluruh Nusantara, malahan tidak mustahil diseluruh dunia, karena merupakan salah satu obyek wisata di pulau Bali yang sering memperoleh kunjungan. . Mereka yang berkunjung ke Pura atau Kahyanagn ini bukan saja wisatawan domestik, akan tetapi tidak jang juga wisatawan dari Luar Negeri.

Bagaimana ikwal perjalanan Danghyang Nirartha tatkala berkeliling di Pulau Bali dan sampai ditempat ini, dapat dijumpai didalam Dwijendra Tatwa yang menguraikan dan dapat disarikan sebagai berikut : Pada suatu waktu Danghyang Niratha datang kembali ke Pura Rambut Siwi di dalam perjalanan beliau kelilling pulau Bali, dimana dahulu tatkala beliau baru tiba di Bali dari Brambangan (Blambangan) pada sekitar tahun icaka 1411 atau tahun 1489 M beliau pernah singgah di tempat ini. Setelah berada di Pura Rambut Siwi untuk beberapa lama, kemudian beliau melanjutkan perjalanannya menunju arah Purwa (Timur) dan sebelum berangkat paginya Danghyang Niratha melakukan sembahyang “Surya Cewana” bersama orang-orang yang ada disana. Sesudah menyiratkan (memercikkan )tirtha terhadap orang orang yang ikut melakukan persembahyangan , lalu Danghyang Nirartha kelaur daridalam Pura Rambut Siwi berjalan menuju arah ke Timur. Perjalanan beliau ini menyusuri pantai Selatan pulau Bali dengan diiring oleh beberapa orang yang teraut cinta bhaktinya kepada Danghyang Nirartha.

Dalam perjalannya ini Danghyang Nirartha dapat menyaksikan bagaimana deburan ombak laut menerpa pantai menambah keindahan alam yang sangat mengasyikkan. Terbayang oleh beliau bagaimana kebesaran Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa ) yang telah menciptakan alam semesta dengan segala isinya yang dapat membrikan kehidupan bagi manusia. Dalam hati beliau Dangyang Nirartha membisikkan bahwa menjadi bahwa menjadi kewajiban setiap makluk di dunia ini terutama manusia untuk menyampaikan parama sukmaning idep terhadap sanghyang Wudhi Wasa ( Tuhan Yang Maha Esa ) karena beliau telah berkenan menciptakan segalanya itu. Karena asyik memperhatikan dan memandang keindahan alam dengan segala isinya, sampai –sampai Dangyang Nirartha tidak merasakan kelelahan didalam perjalanan beliau ini.

Sebagaimana biasanya di dalam perjalanan Danghyang Nirartha senantiasa membawa lontar dan pengrupak (pisau raut untuk menulis pada daun lontar ) sehingga apa-apa yang diangap penting baik yang dilihat maupun yang dirasakan kemudian disusun dalam bentuk kekawin atau gubahan lainnya. Demikian pula mengenai perjalanannya dari Pura Rambut Siwi ini, sehingga karena asyiknya beliau memperhatikan serta memandang dan memikirkan segala sesuatu yang dipandang penting dan akan digubah, tahu-tahu Danghyang Niratha sudah sampai pada suatu tempat di pantai Selatan dipantai Selatan pulau Bali. Di pantai ini terdapat sebuah pulau kecil yang terdiri dari tanah parangan ( tanah keras) dan disinilah Danghyang Nirartha berhennti dan beristirahat.

Tidak antara lama Dangyang Nirartha beristirahat disana,maka berdatanganlah kesana para nelayan untuk menghadap kepada Danghyang Nirartha sambil membawa berbagai persembahan untuk diaturkan kepada beliau. Kemudian setelah sore hari, paranelayan tersebut memohon kepada Danghyang Nirartha agar beliau berkenan bermalam dipondok mereka masing- masing, namun permohonannya ini semua ditolak oleh Danghyang Nirartha, karena beliau lebih senang bermalam di pulau kecil itu. Disamping hawanya segar, juga pemandangannya sangat indah dan dari sana belaiu dapat melepaskan pandangan secara bebas kesemua arah.

Pada malam harinya sebelum Danghyang Nirartha beristirahat, beliau memberikan ajaran-ajaran seperti agama,susila da ajaran kebajikan lainnya kepada orang-orang yang datang menghadap ke sana.. Tatkala itu Danghyang Nirartha menasehatkan kepada orang-orang itu untuk membangun Parhyangan ( Pura atau Kahyangan ) disana karena menurut getaran bhatin beliau yang suci serta petunjuk gaib bahwa tempat itu baik untuk tempat memuja Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang maha Esa ) . dari tempat ini kemudian rakyat dapat memuja kebesaran sanghyang Widhi Wasa ( Tuhan YangMaha Esa ) untuk memohon wara nugrahaNya keselamatan dan kesejahteraan dunia.

Demikian antara lain nasehat Danghyang Nirartha kepada orang-orang yang mengahadap pada malam hari itu, yang akhirnya sesudah Danghyang Nirartha meninggalkan tenpat itu, kemudian oleh orang-orang tersebut dibangunlah sebiuah bangunan suci ( Pura atau Kahyangan ) yang diberi nama “Pura Pakendungan ” yang kini lebih dikenal dengan sebutan “Pura Tanah Lot “.
————————————
PRADKOM Bali Agency
Your Partner In BALI…
————————————
Kami melayani:
- Paket Wisata Keluarga.
- Paket Adventure.
- Paket Outbound.
- Paket Agrowisata.
- Paket Surfing.
- Paket Water Sport.
- Paket Dinner.
- Paket Pre Wedding.
- Paket Wedding.
- Paket Honeymoon.
- Paket Private Tour.
- Paket Private Party.
- Paket Sewa Mobil.
- Paket Transport.
Informasi paket wisata menarik lainnya di Pulau Bali hubungi kami…
————————————-
Main Office:
PRADKOM Bali Agency
Hotel Reservation | Tour & Travel | Transport Service
Jalan Satelit 24-Sanglah
Denpasar | Bali | Indonesia
Phone: +623613462208.
Mobile: +6281236087666.
BBM: 22A9AFD9
YM: pr4dkom
Click: http://facebook.com/pradkombali
Special Price For Special People…